<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395</id><updated>2011-07-07T16:56:49.797-07:00</updated><title type='text'>Kampoeng Gayam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-4057790547261630987</id><published>2008-07-14T01:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T01:10:58.309-07:00</updated><title type='text'>bila kau ada waktu</title><content type='html'>kawan&lt;br /&gt; jangan pernah lupakan&lt;br /&gt; ketika kita terlarut dalam perbincangan&lt;br /&gt; untuk sebuah masa di jaman datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kawan&lt;br /&gt; jangan pernah lupakan&lt;br /&gt; anak-anak yang berdiri di persimpangan&lt;br /&gt; jangan pernah lupakan&lt;br /&gt; orang-orang yang terlelap dalam gelapnya malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; bila kau ada waktu, katamu waktu itu&lt;br /&gt; pasti kita kan wujudkan&lt;br /&gt; mimpi yang pernah kita rencanakan&lt;br /&gt; ketika waktu masih merangkak menyusuri lorong-lorong malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; bila kau ada waktu&lt;br /&gt; jangan pernah lupakan&lt;br /&gt; untuk bergerak dan terus berjuang&lt;br /&gt; bukan untuk apa-apa&lt;br /&gt; hanya kesadaran yang masih tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kawan&lt;br /&gt; bila kau ada waktu&lt;br /&gt; tentu kita akan terus kobarkan&lt;br /&gt; untuk orang-orang yang terus berada di jalan&lt;br /&gt; tanpa pernah mengerti&lt;br /&gt; kenapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24\11\06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-4057790547261630987?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/4057790547261630987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=4057790547261630987&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4057790547261630987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4057790547261630987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2008/07/bila-kau-ada-waktu.html' title='bila kau ada waktu'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-9062549874963805652</id><published>2007-10-21T23:53:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:54:07.334-07:00</updated><title type='text'>Narasi Sebilah Belati</title><content type='html'>kutulis pesan ini pada sebilah belati&lt;br /&gt;dan kukirim kepada nisan yang kini telah berdiri beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada sepenggal kisah&lt;br /&gt;tak lupa kupahat narasi singkat ini&lt;br /&gt;pernah kucumbu hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.............&lt;br /&gt;in memoriam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-9062549874963805652?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/9062549874963805652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=9062549874963805652&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9062549874963805652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9062549874963805652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2007/10/narasi-sebilah-belati.html' title='Narasi Sebilah Belati'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-9085452748912153499</id><published>2007-09-20T18:02:00.004-07:00</published><updated>2010-11-02T23:44:44.639-07:00</updated><title type='text'>kembali bermimpi menjadi pejalan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;aku mulai sadar bahwa aku memiliki pikiran mengenai kejengahan pada kondisi yang mandeg, tanpa pergerakan, tanpa perubahan setelah perjalanan itu. suatu sore dalam sebuah kereta bisnis (namun aku lebih nyaman memanggil dengan kereta ekonomi) yang membawaku ke yogyakarta. ada semacam perasaan yang membias dalam lembaran cakrawala sepanjang perjalanan itu. meskipun gelap, aku bisa menangkap senyum yang mengembang dari balik langit malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;gerbong kereta tak begitu ramai. meski segelintir orang dipaksa serampangan menaruh badan di sepanjang jalan kecil gerbong kereta. ah, inilah kepasrahan kami. kesusahan memang telah begitu lama menemani ketika kami merasa resah. pun dalam perjalanan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sampingku duduk seorang perempuan. kemudian ku kenal dia sebagai dian wening, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nama yang cantik&lt;/span&gt;, pikirku kala itu. selayaknya dalam awal pertemuan, pertanyaan-pertanyaan personal lebih banyak terlontar dalam pertemuan singkat itu. "...pulang ke mana mbak?" juga tak luput menjadi pembuka dalam perbincangan kala malam itu. diskusi kecil kemudian mengalir mencoba beradu dengan deru kereta api. segala macam tema menjadi santapan untuk bertarung mengalahkan kesenyapan. pun tak mungkin menang. diskusi tak mengambil kesimpulan. karena sengaja kami biarkan berdiri tanpa tiang pancang. hanya saja dalam perbincangan itu, kami masih sempat untuk tak sepakat mengenai satu hal persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu itu ada seorang peminta-minta(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengemis, red&lt;/span&gt;). seorang anak kecil, kira-kira umurnya 10 atau 11 tahun. seperti biasanya, aku berusaha tak memberi meski dengan perasaan yang janggal. namun kawan perempuan yang duduk di sampingku dengan tenang menaruh sekeping uang logam di tangan tengadah anak tersebut. anak itu kemudian segera beranjak. perbincangan pun segera memberi tawaran bagi pikiran yang beraneka macam. persoalan yang kutawarkan adalah demikian, "sebenarnya tak ingin membangun standar ganda terhadap peminta-minta. hanya ketika kita menghadapi seorang anak yang menjadi peminta-minta, masih sempatkah kita juga berpikir sebelum akhirnya menaruh recehan di tangan anak tersebut. memberi dia sekeping uang logam, dengan tanpa sadar kita juga turut memperpanjang usia anak tersebut sebagai peminta-minta. karena tangan tengadah adalah semacam kepasrahan yang ironis. kepingan uang logam tersebut, sekali lagi cukup mampu memperkokoh konstruksi istana yang tengah dibangun anak tersebut di jalanan. meskipun dengan catatan, secara ketat kita juga tak bisa berlaku STOP BERI UANG. anak jalanan adalah semacam kenyataan yang membingungkan. ketika pilihan itu dengan tidak memberi, terlalu sedikit lembaga, pun pemerintah yang bisa bertanggung jawab mengajak kembali anak-anak ini kepada dunia yang wajar (konsep denotasi). atau pilihan itu dengan memberi, tak juga menjawab kegelisahan anak tersebut terhadap masa depan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan perempuan yang duduk di sampingku ketika dalam perjalanan malam itu, memilih tak setuju dengan alur pemikiranku. ia berpegang pada kondisi yang tak mungkin bisa tergenggam oleh satu tangan. anak jalanan (peminta-minta) jumlahnya ribuan, dan orang yang akan memberi juga lebih dari ribuan. sementara lembaga yang bisa berperan sebagai malaikat hanya beberapa gelintir saja. ketika kita menjatuhkan pilihan dengan tidak memberi, belum tentu orang lain tidak akan memilih  dengan memberi. ketika ada lembaga yang mau menjadi "penyelamat", belum tentu anak-anak jalanan mau untuk "diselamatkan". pun baginya persoalan memberi adalah sebuah pemaknaan pada upaya tolong-menolong secara universal. adalah kewajiban bagi orang berpunya untuk memberi terhadap orang yang tidak berpunya. perbincangan berhenti sampai di sini. pilihan menjauhi terjadinya debat kusir yang semakin berlarut-larut memutus pembicaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak banyak yang terungkap, karena malam tak berhenti merayap. terlelap memang lebih menjadi jawaban tanpa pertanyaan. sementara kereta terus berjalan menyusur malam. di depanku duduk pasangan suami istri dengan seorang anak laki-laki yang kira-kira berumur 1 tahun 3 bulan. wajah anak ini imut sekali. kupikir kelak ketika ia dewasa, akan menjadi laki-laki yang manis. rupanya ia tertarik dengan keberadaanku di belakangnya. kemudian mencoba menyapaku dengan bahasa seuntai senyum. hanya senyum, yang mampu menjembatani batasan komunikasi di antara kami. selain sepatah kata yang baru dipahaminya. sepenggal kata om untuk memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun ternyata komunikasi ini terjalin semakin menarik. ia memberiku tawa lepas ketika kugoda dia  dengan permainan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ci luk ba&lt;/span&gt;. ah... renyah sekali tawa anak ini. sungguh menyenangkan. hanya saja karena malam semakin larut, aku merasa tak enak hati untuk meneruskan permainan dengan anak kecil itu. orang tuanya telah memintanya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bobo'. &lt;/span&gt;sementara ia sendiri belum merasa nyaman untuk menyudahi perjumpaan denganku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...ya udah, bobo' ya dik udah malam. om juga mau bobo' kok."&lt;/span&gt; kataku mengakhiri tawa lepas, permainan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ci luk ba&lt;/span&gt;, dan sepatah kata om untuk memanggilku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penumpang kereta semakin banyak yang terlelap. gerbong-gerbong semakin sunyi. hanya deru kereta tetap setia menjadi pelantun memecah malam. di beberapa stasiun, kereta berhenti. saat itulah rejeki bagi pedagang-pedagang asongan. malam tak lagi di hiraukan. dingin tak pernah dirasakan. segera mereka bergerak menyambangi penumpang di gerbong-gerbong. berharap dagangan menarik minat penumpang untuk dibeli. begitu seterusnya, dari gerbong ke gerbong, kereta yang satu ke kereta yang lain. kereta singgah barang sebentar, kemudian segera melaju menyusup malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam semakin hilang. berganti dini menyapa hari. mataku semakin terkantuk. akhirnya lelap mengakhiri perjalananku hingga pagi menjelang di yogyakarta. segera kutuju kamar mandi, setelah berdesakan turun dari kereta. rasa penat dan lelah kukira segera sirna setelah diguyur air segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semangkuk soto pak gareng begitu mudah hanyut ke dasar perut begitu aku keluar dari stasiun tugu. seorang pengamen kuminta memainkan sebuah lagu dari kla project, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yogyakarta&lt;/span&gt;.  ah, begitu indah yogyakarta pagi itu. suatu ketika pasti kuulangi, bukan hanya yogyakarta tetapi mungkin kota-kota yang lain. karena rasa-rasanya aku semakin tahu, rupanya aku telah jatuh cinta pada perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 21 september 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-9085452748912153499?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/9085452748912153499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=9085452748912153499&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9085452748912153499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9085452748912153499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2007/09/kembali-bermimpi-menjadi-pejalan-aku_20.html' title='kembali bermimpi menjadi pejalan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5030072456558233771</id><published>2007-09-06T19:10:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T17:50:52.933-07:00</updated><title type='text'>elegi suatu pagi</title><content type='html'>mimpi itu tak lagi resah bercumbu malam&lt;br /&gt;tak pula nyeri mendamping sepi&lt;br /&gt;ah...&lt;br /&gt;kegetiran tak lagi nampak dalam wujud orang-orang kota.&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;membaca kota, mencatat keganjilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 7 september 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5030072456558233771?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5030072456558233771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5030072456558233771&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5030072456558233771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5030072456558233771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2007/09/elegi-suatu-pagi-mimpi-itu-tak-lagi.html' title='elegi suatu pagi'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8292344794025693487</id><published>2007-07-26T19:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T17:51:26.683-07:00</updated><title type='text'>kematian tuhan</title><content type='html'>kawan kukabarkan padamu&lt;br /&gt;kubunuh tuhan di tikungan itu&lt;br /&gt;ketika kuhabiskan sebotol minuman dalam temaram malam&lt;br /&gt;lalu kunyatakan...&lt;br /&gt;hari ini tlah kulumuri jiwaku dengan darah tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan tak berkutik&lt;br /&gt;detik telah menjadi ruang tanpa perih&lt;br /&gt;tiada resah menjadi nyala bagi manusia&lt;br /&gt;kukabari kepadamu kawan&lt;br /&gt;di tikungan itu, makamkan jasad tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIM&lt;br /&gt;malam dalam kesendirian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8292344794025693487?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8292344794025693487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8292344794025693487&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8292344794025693487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8292344794025693487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2007/07/kawan-kukabarkan-padamu-kubunuh-tuhan.html' title='kematian tuhan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-4986178622221971723</id><published>2006-10-08T23:41:00.002-07:00</published><updated>2007-09-27T17:53:53.247-07:00</updated><title type='text'>Tentang cerita kebisuan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Pagi masih menjelma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku terbangun dalam gurat-gurat kebisuan&lt;br /&gt;Sebuah radio kunyalakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup terdengar berita dari seberang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Semalam, api telah membakar seisi kota&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Senapan menjerit di sela rintih seorang bocah kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seakan tahu, kesadaran tiada rupa dalam kekalutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Senapan itu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bocah itu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Api itu pun hendak berkata…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kesia-siaan menjadi wajah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang memberi topeng pada segala kemunafikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pada hidup ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pada kejadian yang terkadang mencekam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Entah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Membuat kita tertawa atau larut dalam kesedihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, kita larut dalam kebisuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-4986178622221971723?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/4986178622221971723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=4986178622221971723&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4986178622221971723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4986178622221971723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/tentang-cerita-kebisuan-pagi-masih.html' title='Tentang cerita kebisuan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-2652917654602599672</id><published>2006-10-08T23:41:00.001-07:00</published><updated>2007-09-27T17:55:02.906-07:00</updated><title type='text'>Renungan setengah tiang</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kesedihan negeri ini kesedihanku juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kata tak perlu sapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kiranya bendera telah kehilangan makna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hanya coretan, sepenggal cerita dari negeriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dari jiwa-jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tanam padi tumbuh padi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan ilalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Juni 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-2652917654602599672?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/2652917654602599672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=2652917654602599672&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/2652917654602599672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/2652917654602599672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/renungan-setengah-tiang-kesedihan.html' title='Renungan setengah tiang'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8929979339428604054</id><published>2006-10-08T23:38:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:18:31.621-07:00</updated><title type='text'>Malam dan kesunyian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Malam akan tetap larut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Meski jengkerik telah diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tak ada bintang malam ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang menghiasi langit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Karena mendung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Nanti hujan kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bawalah payung sebelum kau pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Biarlah ia yang akan melindungimu dari hujan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tetesan embun dingin menyentuh kulitku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika berjalan dalam keremangan malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kesunyian memang terus menyergap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menimbulkan kesedihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan pada hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan kemunafikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 7 Februari 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8929979339428604054?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8929979339428604054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8929979339428604054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8929979339428604054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8929979339428604054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/malam-akan-tetap-larut-meski-jengkerik.html' title='Malam dan kesunyian'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1518987041648971334</id><published>2006-10-05T23:27:00.000-07:00</published><updated>2006-11-10T01:17:16.815-08:00</updated><title type='text'>sang pejalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;...gunung-gunung memanggilku...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/1600/DSCF1783.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/400/DSCF1783.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"selalu akan kulalui jalan itu"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1518987041648971334?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1518987041648971334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1518987041648971334&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1518987041648971334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1518987041648971334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/blog-post.html' title='sang pejalan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-29194359205172907</id><published>2006-10-04T21:05:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:02:32.613-07:00</updated><title type='text'>Kepada jiwa yang mati</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Suasana ini meruntuhkan kesadaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menyeruak, membunuh jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun pasti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hari kian berlari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan jejak-jejak darah dalam luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menetes membasahi tanah ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menggoreskan catatan kedukaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Yang tak mungkin terhapuskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kepada jiwa yang mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kobaran api yang kian membara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah awan pekat membumbung menghitam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menghiasi langit kala senja di ujung sana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang hitam karena duka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang merah karena luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kepada jiwa yang mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini telah habis bagi tidurmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 4 Desember 2002&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-29194359205172907?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/29194359205172907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=29194359205172907&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/29194359205172907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/29194359205172907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/kepada-jiwa-yang-mati-suasana-ini.html' title='Kepada jiwa yang mati'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8211838863897059858</id><published>2006-10-04T20:58:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T17:56:58.002-07:00</updated><title type='text'>Hari benci</title><content type='html'>&lt;!--[endif]--&gt; Malam ini..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kubuka catatan harian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lembar demi lembar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kucari tempat kosong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ingin kutulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tentang kesedihanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tentang kecewaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika demonstrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tiada hati nurani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli putra-putri negeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kami dipukuli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ingin kutuliskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Aku benci polisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jakarta, Maret 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8211838863897059858?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8211838863897059858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8211838863897059858&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8211838863897059858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8211838863897059858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/hari-benci-malam-ini.html' title='Hari benci'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-6006142557272476011</id><published>2006-10-01T18:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:06:24.906-07:00</updated><title type='text'>Catatan keheningan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jerit tangis bukanlah jawaban atas penyesalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hanya pada kesadaran jiwa harus berpegang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hati ini pilu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dada ini sesak karena nafas telah terbuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Keinginan hanyalah karang yang tak mungkin terhantam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Apakah semua ini mimpi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Mata nanar nan sayu tenggelam di ujung jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pikiran melayang liar menerawang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kehampaan telah datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Membuyarkan impian yang belum tergapai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jiwa ini telah tergadai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jalan telah hilang ditelan ombak yang menggulung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ada perasaan, semuanya suram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ada perlawanan, hanya tangis yang menggema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menimbulkan jejak kesepian dalam pelarian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Apakah semua ini akan sirna?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Hanya kesedihan yang menari dipelupuk mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hanya ratapan yang terdengar tanpa henti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam iringan senja yang akan segera berlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan harapan yang memilukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 5 Februari 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-6006142557272476011?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/6006142557272476011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=6006142557272476011&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/6006142557272476011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/6006142557272476011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/catatan-keheningan-jerit-tangis.html' title='Catatan keheningan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7278904965856855132</id><published>2006-10-01T18:21:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:19:25.279-07:00</updated><title type='text'>Tentang secuil harapan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Lentera masih terlalu amat kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan, jangan biarkan ia padam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Biarlah akan menemani langkah kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kelak suatu ketika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita akan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;nyalakan lentera yang sangat terang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang akan menjaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan juga membangkitkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Roh kesadaran dalam jiwa kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaju dan terus melawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 18 Oktober 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7278904965856855132?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7278904965856855132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7278904965856855132&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7278904965856855132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7278904965856855132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/10/tentang-secuil-harapan-lentera-masih.html' title='Tentang secuil harapan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5944366422245644420</id><published>2006-09-26T20:55:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:24:24.601-07:00</updated><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kudengar rintih perih&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menusuk dalam kabut nurani&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Seorang ringkih, terisak dalam sesak yang teramat&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Ia ingin menangis&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Tapi mimpi tak pernah membuatnya mengerti&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa kenyataan, seperti mawar yang selalu berduri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti hari dalam temaram senja&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Menari cahaya matahari berdendang cahaya bulan&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Sekat-sekat seakan mengerti&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Keikhlasan menemani kepahitan&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Tercecer&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Seperti janji pada hari&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Kesenangan terbias dalam kelopak mata&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Terekam&lt;a href="http://cyapila.multiply.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seberkas potret tentang kenyataan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*tanpa tahun dan tanggal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-indent: 0.5in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5944366422245644420?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5944366422245644420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5944366422245644420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5944366422245644420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5944366422245644420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/kudengar-rintih-perih-menusuk-dalam.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5584051377022787626</id><published>2006-09-22T03:26:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:24:54.871-07:00</updated><title type='text'>Catatan dan Kematian</title><content type='html'>&lt;pre&gt;&lt;tt&gt;tak perlu kau risaukan kematian&lt;br /&gt;karena ia hadir untuk memastikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak perlu kau takutkan kehidupan&lt;br /&gt;karena ia ada untuk kau tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 22 september 06&lt;br /&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5584051377022787626?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5584051377022787626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5584051377022787626&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5584051377022787626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5584051377022787626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/tak-perlu-kau-risaukan-kematian-karena.html' title='Catatan dan Kematian'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7564762792874384148</id><published>2006-09-22T03:20:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:25:27.483-07:00</updated><title type='text'>Setangkai bunga perlawanan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kawan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setangkai bunga ini tak mampu menjelaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta dan dendam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kekuatan dalam perlawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kawan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Biarlah hari akan menentukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini dimana akan berakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak usah risau mengukir prasasti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sebab hari masih terlalu panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kawan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mari kita dendangkan sebait lagu perlawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pada hidup dan juga kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang kerap menemani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita larut dalam kesunyian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kawan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Setangkai bunga ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kelak akan menceritakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Meski kalah, kita pernah melawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, Oktober 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7564762792874384148?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7564762792874384148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7564762792874384148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7564762792874384148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7564762792874384148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/setangkai-bunga-perlawanan-kawan.html' title='Setangkai bunga perlawanan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8717145507774006647</id><published>2006-09-22T03:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:06:55.770-07:00</updated><title type='text'>Sebuah ilusi kosong</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Lama kuberdiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menatap di seberang jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seorang kakek, sekitar 90 an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan lencana perang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Memakai topi veteran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lama kutertegun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sampai ia kembali berjalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuk makam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu jam dua belas malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Magelang, Maret 2003 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8717145507774006647?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8717145507774006647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8717145507774006647&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8717145507774006647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8717145507774006647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/sebuah-ilusi-kosong-lama-kuberdiri.html' title='Sebuah ilusi kosong'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-3957414699982158242</id><published>2006-09-20T19:56:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:08:17.633-07:00</updated><title type='text'>Ketika senja berlalu*</title><content type='html'>&lt;div&gt;      &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;Panas terik matahari membakar kulitku, seakan tak peduli pada rintihan nafasku yang tersengal-sengal menapaki jalan setapak yang terus mendaki itu. Seekor burung Prenjak hinggap di pohon, tanpa henti terus bernyanyi serasa menghiburku, namun aku tak peduli. Mungkin karena hatiku saja yang sedang gundah, hingga tak dapat menikmati suasana yang sebenarnya sungguh mempesona. Hamparan sawah yang luas, tampak menguning bagai permadani layaknya menggambarkan kesejahteraan petani, yang selalu tersenyum menghadapi musim panen tiba. Sebuah akhir perjuangan jika dapat kukatakan. Mengapa? kalau dipikir, hasil jerih payah petani selama ini, dari mulai menanam bibit kemudian memeliharanya, sampai akhirnya tumbuh menjadi biji-biji padi yang padat berisi, selalu sebuah penantian, padi-padi yang telah menguning.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hijaunya pegunungan di sebelah selatan, sebenarnya turut menyegarkan suasana. Suasana yang panas seakan menjadi teduh kembali ketika kulepaskan pandanganku ke arah deretan pegunungan itu. Ia seakan menyihirku, membuatku terbuai dengan kelebatan pohon-pohon yang tumbuh beranekaragam di sana. Ia seakan memaksaku untuk mengatakan bahwa deretan pegunungan itu membentuk pola yang indah. Seperti sebuah filosofi kehidupan jika mampu kuartikan bentuk pola deretan pegunungan itu. Begitu banyak makna yang tersirat dari pancaran hijaunya pepohonan yang terus tegak berdiri meski panas terik matahari membakarnya. Tak seperti diriku. Kepayahan menghadapi sengatan matahari. Ya…….mungkin karena aku manusia, yang dikaruniai perasaan hingga dapat mengeluh. Seandainya saja pohon-pohon itu bisa bicara, mungkin ia akan mengeluh, sama seperti diriku. Namun karena ia ditakdirkan menjadi sebuah pohon, jadi mereka menerima segala hal yang menimpa dirinya,tanpa bisa mengelak, karena pohon itu tak mampu bergerak, kecuali tumbuh keatas dan menjadi besar. Tetap saja mereka di situ, jika saja dari sejenisku, kaum manusia tak memindahkannya.&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;Namun saat itu aku tak mampu menikmati layar lebar kehidupan yang disuguhkan dalam layar lebar kehidupan oleh Tuhan. Aku benar-benar merasakan sebuah kekecewaan yang sangat mendalam. Belum pernah aku merasa kecewa, seperti saat ini. Namun tak baik kiranya jika kuungkapkan di sini, biarlah kunikmati sendiri segala resah hatiku. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Menikmati sebuah kehidupan adalah suatu keindahan. Tak selamanya setiap manusia mampu melaksanakannya. Tak begitu sulit namun membutuhkan keikhlasan hati. Seperti halnya burung prenjak yang hinggap di pohon itu dan terus bernyanyi meski suasana sebenarnya sangat panas. Ia menikmati sengatan matahari sebagai suatu instru-men yang akan mengiringinya selama ia bernyanyi.memang ak tak pernah tahu, apa mak-sud dari nyanyiannya, mungkinkah ia sedang bersukacita atau sebaliknya sedang bersusah hati. Maaf saja, aku tak pernah paham bahasa binatang. Tentang suatu ekspresi binatang, memang sepertinya bermacam-macam, hatiku tak ikhlas jika waktuku habis waktuku habis untuk mengamati tingkah laku binatang, sementara tingkah laku dari kaumkupun, aku belum memahaminya. Padahal kalau aku mau berpikir lebih jauh, sepertinya mengamati perilaku manusia sama saja mengamati perilaku binatang. Memang tak semuanya, namun secara generalisasi, secara umum, perilaku manusia pada saat ini, para orang tua mengatakan hampir mirip perilaku binatang. Tapi kenapa harus binatang ….? Bukan pohon atau rumput, atau apalah pokoknya bukan binatang. Wah, kerepotan kalau menjelaskannya. Ya, pokoknya manusia itu seperti binatang. Tapi maaf, aku tak bermaksud merendahkan derajat manusia sebagai makhluk yang paling mulia, karena kalian tahu sendiri aku juga manusia, sama seperti yang kubicarakan.&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;Tentang perilaku manusia yang seperti binatang, mungkin karena terpancang pada teori Evolusi Darwin. Darwin, bapak evolusi, yang telah berjasa dalam pengembangan disiplin ilmu pengetahuan. Sebatas yang kutahu itu saja, hingga pada akhirnya manusia dipersamakan dengan binatang, bukan yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Kini kurasakan semilir angin menerpa tubuhku, tak terasa tak terasa waktu terus bergulir tanpa pernah meninggalkan jejak sedetikpun. Mungkin, pada saat ini sahabat yang mau mengerti aku adalah waktu. Karena sang waktu, matahari harus segera pergi, seiring putaran sang waktu. Pancaran sinarnya yang panas semakin lama semakin lembut membelai tubuhku. Kunikmati suasana ini, saat-saat suatu kehidupan harus berubah bentuk dan rupa. Saat-saat suatu aktivitas diakhiri dan berhenti untuk istirahat, menikmati buaian malam yang akan segera datang.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Inilah sebenarnya cerita keindahan hari terukur, lewat semburat cahaya kemerah-merahan dari sang surya di ufuk barat. Paduan warnanya adalah sebuah kehidupan. Namun, keindahan itu akan segera sirna. Berganti sebuah keindahan lagi dalam bentuk yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Inilah batas sebuah kehidupan, ketika senja telah berlalu, malam tak mungkin lari untuk menemani manusia mengukir hari di dalam mimpi. Kini senja itu telah berlalu, ada kepuasan dalam diriku, dapat menikmati senja saat ini. Namun aku selalu sedih, kenapa senja harus berlalu, meninggalkan eloknya tarian kehidupan .&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dan kini senja itu telah berlalu dan harus terus berlalu…………..&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;Jurangmangu, 22 September 2002&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;*pernah dikirim ke sebuah media (surat kabar-red), namun di tolak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-3957414699982158242?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/3957414699982158242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=3957414699982158242&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/3957414699982158242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/3957414699982158242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/ketika-senja-berlalu-panas-terik.html' title='Ketika senja berlalu*'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-9099133452141988463</id><published>2006-09-20T19:55:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:09:29.018-07:00</updated><title type='text'>Lelaki dan perempuan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Yang tertidur di pinggir jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Di emperan toko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Atau geladak pasar-pasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Yang tertegun ketika hari berganti siang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang terbangun ketika malam mencurigakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan matipun tiada ketenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Lelaki dan perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mereka serupa sampah yang tercetak di kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Magelang, 21 November 2004 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-9099133452141988463?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/9099133452141988463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=9099133452141988463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9099133452141988463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/9099133452141988463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/lelaki-dan-perempuan-yang-tertidur-di.html' title='Lelaki dan perempuan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-826166979119633299</id><published>2006-09-20T19:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:46:10.495-07:00</updated><title type='text'>Keresahan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kepulan asap rokok ini adalah kegelisahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pada kehidupan yang kian tak kumengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika penderitaan menjadi bahan tertawaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan tontonan kekerasan menemani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Acara makan siang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kian semrawut dunia ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seperti semrawutnya otakku ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tiada lagi teriakan lantang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Stop….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Segala kemunafikan dan kenaifan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mari membangun sebuah dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang tiada kata kebencian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 25 September 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-826166979119633299?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/826166979119633299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=826166979119633299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/826166979119633299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/826166979119633299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/keresahan-kepulan-asap-rokok-ini-adalah.html' title='Keresahan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5921292380416642085</id><published>2006-09-20T19:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:25:46.469-07:00</updated><title type='text'>Keganjilan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Seni adalah harga diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seni adalah bahasa hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian keganjilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Gila karena murka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Atau duka karena kecewa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Derita seni kadang mencekam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menimbulkan kekacauan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kematian yang menakutkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tapi derita seni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Meniupkan kesejukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bagi jiwa yang mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bagi jiwa yang terkekang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Seni…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Memberi pendidikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bagi perlawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Yogyakarta, 6 Maret 2003 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5921292380416642085?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5921292380416642085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5921292380416642085&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5921292380416642085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5921292380416642085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/keganjilan-seni-adalah-harga-diri-seni.html' title='Keganjilan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-4478327151274766179</id><published>2006-09-19T20:21:00.002-07:00</published><updated>2007-09-27T18:26:46.448-07:00</updated><title type='text'>Mimpi matahari</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jiwaku layu terhempas dari mimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Melayang dalam alam kenistaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tercerabut dari kesadaran, mencari pembebasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pelarian….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Sampai kapankah dunia akan terkembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam alam nyata kebisuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Akankah, mimpi akan terbangun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sampai jiwa telah mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hingga matahari kembali membangun kesadaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dari orang-orang yang telah mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 17 November 2002&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-4478327151274766179?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/4478327151274766179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=4478327151274766179&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4478327151274766179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4478327151274766179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/jiwaku-layu-terhempas-dari-mimpi.html' title='Mimpi matahari'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5178432260931615071</id><published>2006-09-19T20:21:00.001-07:00</published><updated>2007-09-27T18:27:23.290-07:00</updated><title type='text'>Entah</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Dalam remang malam yang retak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah lorong, di kampung kota ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Cerita dan tragedi, seperti nyanyian dalam bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Begitu sepi, semakin sunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 4 Desember 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5178432260931615071?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5178432260931615071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5178432260931615071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5178432260931615071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5178432260931615071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/entah-dalam-remang-malam-yang-retak-di.html' title='Entah'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7232328774069191106</id><published>2006-09-19T19:37:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:10:26.256-07:00</updated><title type='text'>Aku</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Aku seperti jiwa yang mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seperti kayu yang telah lapuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Semangat telah hilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Hanya ratapan dalam duka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Aku seperti hidup dalam batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang tak mengerti arti perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepasrahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Melewati hari yang getir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ajal tak perlu ditunggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7232328774069191106?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7232328774069191106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7232328774069191106&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7232328774069191106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7232328774069191106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/aku-aku-seperti-jiwa-yang-mati-seperti.html' title='Aku'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1824193376740938051</id><published>2006-09-18T19:02:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:47:48.855-07:00</updated><title type='text'>Perempuan dan malam</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Perempuan yang berjalan dalam gegas di gelap malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Melewati desiran angin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jejak tertinggal dalam detik yang mengiris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Melukis bait pilu lewat embun yang teramat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Ada suara girang dan tawa yang menggema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sementara rintih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Serupa misteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kawan yang telah enggan untuk mengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Perempuan dalam dekapan malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Malam…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Serupa langkah dalam detak lengkingan hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 31 juli 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1824193376740938051?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1824193376740938051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1824193376740938051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1824193376740938051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1824193376740938051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/perempuan-dan-malam-perempuan-yang.html' title='Perempuan dan malam'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5077295335644265114</id><published>2006-09-18T19:01:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:10:55.139-07:00</updated><title type='text'>Sebuah jeritan</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Dengarlah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian yang kian terdengar parau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menyeruak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Diantara tembok-tembok keangkuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan dan kemunafikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ia menjadi tenggelam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Jurangmangu, 25 februari 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5077295335644265114?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5077295335644265114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5077295335644265114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5077295335644265114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5077295335644265114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/sebuah-jeritan-dengarlah.html' title='Sebuah jeritan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1703161251085670608</id><published>2006-09-18T18:56:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:28:01.859-07:00</updated><title type='text'>Kepada Kawan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kawan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita tertahan dalam kebimbangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Antara melangkah atau tenggelam dalam kekalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sementara….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Api tengah membakar seisi kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jurangmangu, 19 april 200&lt;/span&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1703161251085670608?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1703161251085670608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1703161251085670608&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1703161251085670608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1703161251085670608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/kawan-masihkah-kita-tertahan-dalam.html' title='Kepada Kawan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7785897294853403037</id><published>2006-09-17T20:42:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:28:45.712-07:00</updated><title type='text'>Kucatat pagi ini</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Kau tahu manis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang kita lalui masihlah gelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pelita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ada jejak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak pula jelas antara makna dan kenyataan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap manis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita lalui jalan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Jurangmangu, 12 juli 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7785897294853403037?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7785897294853403037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7785897294853403037&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7785897294853403037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7785897294853403037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/kucatat-pagi-ini-kau-tahu-manis-jalan.html' title='Kucatat pagi ini'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7733404020330444479</id><published>2006-09-17T20:37:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:29:17.191-07:00</updated><title type='text'>Memori Ruang Kosong</title><content type='html'>Sebermula gaduh, beriringan jerit tawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kata meluncur menghantam tembok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;membekas dalam nurani tak berjiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masih senyap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketika jeritan membangun kesadaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Ada kesedihan mengintip di balik sekat-sekat kemunafikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Semu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ada topeng, tersenyum dalam bias kesucian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kata seperti tersusun, menari dalam raga tanpa makna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terlepas, terlempar menyusup dalam ruang kosong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kejadian demi kejadian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Biarlah, tak perlu menunggu kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Karena kata tak pernah punya makna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ia terlahir untuk hidup dalam kesunyian tanpa nama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Ia masuki ruang kosong, menanti ajal dalam kejemuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kepastian adalah abadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan lukisan dalam kanvas beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hanya titik-titik kesetiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terselip samar dalam bayang-bayang kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terukir, membekas dalam memori ruang kosong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Juli 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7733404020330444479?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7733404020330444479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7733404020330444479&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7733404020330444479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7733404020330444479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/memori-ruang-kosong-sebermula-gaduh.html' title='Memori Ruang Kosong'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-5462687381797984129</id><published>2006-09-14T23:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:39:04.261-07:00</updated><title type='text'>PELACURAN INTELEKTUAL*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan dengan judul yang sama pernah dimuat di harian &lt;i style=""&gt;Sinar Harapan&lt;/i&gt; pada edisi 21 April 1969. Artikel itu sendiri ditulis oleh almarhum Soe Hok Gie. Ketika itu Soe Hok Gie mempertanyakan bergabungnya para akademisi ke dalam pemerintahan, meninggalkan peran mereka sebagai seorang intelektual dan lebih memilih menasbihkan diri sebagai seorang teknokrat dan birokrat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soe Hok Gie mempertanyakan keputusan rektor UI kala itu, Prof. Dr. Sumantri Brodjonegoro yang mau diangkat menjadi Menteri Pertambangan. Menurut pandangan Soe Hok Gie keputusan ini juga berarti pilihan sang rektor untuk mau bekerja dengan bajingan-bajingan minyak, calo-calo modal asing, dan pejabat-pejabat korup dan sloganistis. Namun rektor menjawab bahwa hal itu juga disadarinya. “Tetapi kita punya dua pilihan jika kita melihat keburukan-keburukan yang terjadi dikalangan pemerintahan. Terjun ke dalam berusaha (dan belum tentu berhasil), memperbaikinya atau tinggal di luar sambil menantikan aparat tadi ambruk. Saya memilih yang pertama dengan segala konsekuensinya.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban yang sama juga didapatkan oleh Soe Hok Gie ketika hal yang sama juga ditanyakan kepada teman-temannya yang lain yang juga bergabung dengan pemerintah dan menduduki pos-pos tertinggi di dalam pemerintahan. Soe Hok Gie percaya bahwa beberapa di antara mereka melakukan kompromi-kompromi, memberikan “izin-izin istimewa” dan kadang-kadang tidak bertindak terhadap (belum bertindak) penyelewengan-penyelewengan yang terjadi di sekitarnya. Meskipun demikian Soe Hok Gie tetap menaruh hormat pada mereka. Karena mereka bekerja dalam situasi yang sulit dan berusaha untuk mencapai hasil-hasil yang maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini setelah tahun 2005, berarti telah hampir genap 36 tahun waktu berjalan. Apa yang menjadi kegelisahan Soe Hok Gie, bukan hanya menjadi kenyataan, namun lebih dari sekadar itu. Kegelisahan itu telah menjadi cerita yang sangat manis mengawal jalannya pemerintahan negara ini. Penyelewengan demi penyelewengan –dan seringkali menjadi tidak kelihatan- yang juga dilakukan oleh mantan akademisi sebagai seorang intelektual bukan hanya belum ditindak, tetapi kadangkala malah dibiarkan dengan alasan praktis memperlancar pembangunan. Atau dengan kata lain seperti apa yang pernah diungkapkan oleh mantan Presiden Soeharto, bahwa hal-hal tersebut dibutuhkan sebagai pelumas pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilematika seperti ini memang kemudian menjadi sulit untuk diberi makna yang pantas. Intelektual pada mulanya adalah bagian dari representasi kemerdekaan publik. Keberadaan intelektual menjadi penting ketika mereka mampu memainkan perannya dengan baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memang tuntutan kepada seorang intelektual sangatlah berat. Seorang intelektual yang mampu berdiri tanpa berpijak pada sebuah paham ataupun golongan tertentu, merupakan hakekat peran yang harus dimainkan oleh seorang intelektual. Sebagaimana dikatakan oleh Julian Benda, bahwa para cendekiawan pada hakekatnya tidak memiliki tujuan-tujuan praktis; Motif mereka adalah kegairahan untuk berbakti kepada kebenaran. Para cendekiawan tidak semestinya terjebak ke dalam kegiatan-kegiatan yang meninggikan pertimbangan atas keuntungan-keuntungan sosial politik kebendaan. “Kerajaanku bukanlah di dunia ini,” adalah motto yang menurut Benda semestinya mendominasi kata hati seorang intelektual. (Julian Benda, &lt;i style=""&gt;The Treason of Intellectuals.&lt;/i&gt; 1928)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun seringkali kenyataan yang sebaliknyalah yang kita dapati dalam realitas yang ada. Peran seorang intelektual seringkali telah menjadi berhenti ketika mereka masuk atau terkooptasi ke dalam sistem pemerintahan. Intelektual ini yang pada awalnya berangkat dari kenyataan empiris keilmuan dan rasionalitas, kemudian menjadi penghamba yang patuh dari kekuasaan. Kebebasan yang dimiliki oleh seorang intelektual –seperti diungkapkan oleh Th. Sumartana- untuk terus mempertanyakan kembali seluruh perangkat pengertian politik yang ada di masyarakatnya secara menyeluruh dan menjadi penggugat yang mengajukan keberatan terhadap segala hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan ukuran-ukuran moral yang diyakininya (&lt;i style=""&gt;Anarki Kepatuhan&lt;/i&gt;, hal 4. 1996), kemudian menjadi hilang –beku- karena terkotak-kotak ke dalam pencapaian tujuan yang lebih sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan yang lebih menggelisahkan kemudian adalah semakin hilangnya terminologi kebenaran absolut. Kebenaran menjadi kata yang sangat “mahal” untuk diperoleh. Terlebih kebenaran yang kemudian diproduksi merupakan hasil kesepakatan bersama yang diperoleh melalui pertimbangan-pertimbangan akan keuntungan yang lebih besar di masa mendatang. Kebenaran kemudian dibungkus dengan sedemikian rapihnya sehingga menjadi layak dan pantas dalam pengungkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realitas seperti inilah yang telah berulangkali kita temui dalam beberapa periode masuknya unsur-unsur intelektual ke dalam sistem pemerintahan. Kenyataan mengatakan bahwa keberadaan mereka cenderung terlibas oleh arus kekuasaan yang korup. Dan menjadi sangat jarang yang berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai penjaga suara roh dan melantunkan tembang-tembang surgawi buat memberikan perimbangan bagi hidup keduniawian yang semrawut. (&lt;i style=""&gt;ibid,&lt;/i&gt; hal 9). Keberadaan mereka justru menjadi pembenar dari perkataan dari Lord Acton, &lt;i style=""&gt;“Power tends to corrupt. Absolute power, corrupt absolutely.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya Dinding Moralitas.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu, 26 Desember 2004 silam, menjadi hari yang terasa sulit dilupakan oleh masyarakat Aceh. Hari itu juga menjadi kepedihan bagi bangsa ini dan keprihatinan bagi bangsa-bangsa seluruh dunia. Ketika pagi yang belumlah sempurna tiba-tiba menjadi saat yang paling menakutkan. Gempa besar yang disertai dengan datangnya gelombang Tsunami yang hebat seakan menjadi tamu yang terlalu pagi untuk mengetuk pintu. Namun tamu itu ternyata datang dengan membawa kabar yang sangat menyedihkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tamu yang berpakaian bencana itu seakan ingin melengkapi kebingungan yang tengah menghinggapi masyarakat Aceh, ketika beberapa hari sebelumnya pemimpin mereka, Gubernur Abdulah Puteh terpaksa harus menginap di Rutan Salemba atas dugaan penyelewengan dana atau korupsi dalam pembelian Helikopter. Puteh akhirnya diputus bersalah oleh pengadilan dan di vonis dengan hukuman penjara selama 10 tahun berikut hukuman subsider lainnnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun bukan hanya Aceh dan bukan hanya Puteh yang telah menjadi kenyataan sendu bagi bangsa ini. Bencana seakan tidak mau berhenti hanya sampai di Aceh saja. Daerah lain, meski tidak separah di Aceh juga turut kedatangan tamu yang sejatinya tidak diharapkan ini. Begitupun dengan apa yang telah dilakukan oleh Puteh. Sebelumnya telah ada beberapa Puteh-Puteh lain yang telah di giring masuk bui, meski masih ada juga Puteh-Puteh lain yang masih berkeliaran dengan bebasnya sampai sejauh ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya apa yang sebenarnya terjadi. Seorang bapak dengan terpaksa harus mencuri seekor ayam karena anak dan istrinya sudah tidak kuat lagi untuk menahan lapar. Namun hal ini lain. Jabatan seperti gubernur atau kedudukan sebagai wakil rakyat ataupun jabatan-jabatan publik lainnya, terlalu naïf jika berurusan dengan masalah perut yang keroncongan karena lapar. Mereka mewakili golongan orang-orang yang terpilih untuk menduduki jabatan yang terhormat dengan diberikan gaji dan fasilitas yang terhormat pula. Demikian terjaminnya kehidupan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang hebat ini, yang terdidik dalam lingkungan pendidikan yang bermartabat, seperti memutuskan untuk tidak merasa perlu mengindahkan suara sunyi dari nurani kecil yang masih menjaga kesucian diri. Sehingga perihal iman, etika, dan moral seakan telah menjadi nyanyian sumbang yang tak perlu didendangkan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan semakin bertambah kelam, saat angin juga memberi kabar ditangkapnya Mulyana W Kusuma. Mulyana ditangkap berkaitan dengan penyuapan yang dilakukannya terhadap seorang pegawai BPK, menyangkut audit BPK terhadap KPU. Hal ini kemudian menjadi indikasi yang kuat, bahwa terdapat korupsi di tubuh KPU. Untuk kesekian kali, ada sesuatu yang semakin menjauh dari kesadaran dan keinginan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua mengangguk ketika dikatakan bahwa KPU dibentuk agar menjadi lembaga yang terhormat. Semua tidak menyangkal kalau Mulyana adalah seorang yang bermartabat. Namun semua juga membenarkan kalau kenyataan tidak pernah berbohong dan akan selalu berkata jujur. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puteh dan Mulyana memilih mewakili segelintir orang yang akan mengangguk dengan malu-malu ketika padanya dikatakan, “ Seperti mustahilnya bagi seseorang untuk tak merasakan madu ataupun racun yang ada di ujung lidahnya, mustahillah bagi seseorang yang berurusan dengan dana pemerintah untuk tak mencicipi, meski sedikit saja, kekayaan sang raja.” (Kautilya, &lt;i style=""&gt;The Arthashastra&lt;/i&gt;. 2000)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inikah zaman &lt;i style=""&gt;kalabendu&lt;/i&gt; seperti pernah dialami dan di ceritakan oleh masyarakat yang memilih “membangkang” dan bertahan dalam lokasi proyek bendungan besar Kedung Ombo. Ketika itu masyarakat harus merasakan penderitaan yang sangat dan kemudian harus terusir dari tanah leluhurnya demi ideologi pembangunanisme dari pemerintah. Pemerintah, seperti kemudian terjadi memilih melupakan ukuran-ukuran kemanusiaan dan moralitas dalam menghadapi masyarakat “pembangkang” ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau inilah zaman edan yang menjadi kegelisahan dari pujangga besar Ronggowarsito, di mana tak pernah diungkapkan kapan berlangsungnya dan kapan berakhirnya, karena mungkin saja akan terjadi sepanjang zaman. Pertanyaan demi pertanyaan seakan terus menggelora memenuhi isi kepala, tanpa pernah bertemu tatap dengan jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*pernah dikirim ke sebuah media (koran-red) namun tak ada tanggapan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-5462687381797984129?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/5462687381797984129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=5462687381797984129&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5462687381797984129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/5462687381797984129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/pelacuran-intelektual-tulisan-dengan.html' title='PELACURAN INTELEKTUAL*'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1483054832571589050</id><published>2006-09-14T18:53:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:27:22.680-07:00</updated><title type='text'>Persetubuhan Bisu</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kutatap wajahmu dengan liar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau lepaskan pakaianmu dengan tiba-tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perjanjian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perikatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Waktupun terdiam ketika kita terlarut dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kemudian kututup wajahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin kudengar rintihan dari mulutmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin juga kulihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang mengancam lewat wajahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Ya, malampun semakin resah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita terlalu hanyut dalam persetubuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lewat desah nafas yang teramat panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun kadang terengah-engah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kita juga tengah berlari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Melewati gurun luas dengan kedahagaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita dahaga akan kesemuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang sering melintas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun lebih banyak tanpa menyapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Karena kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Serupa sosok sepasang binatang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yang tenggelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seiring jiwa yang telah pula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bisu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jurangmangu, 25 februari 2005&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1483054832571589050?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1483054832571589050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1483054832571589050&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1483054832571589050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1483054832571589050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/persetubuhan-bisu-kutatap-wajahmu.html' title='Persetubuhan Bisu'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1936707219023212050</id><published>2006-09-14T00:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:11:21.065-07:00</updated><title type='text'>Cerita dari Minul</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Minul…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kemana kan kau bawa dirimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari seperti enggan bertatap denganmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi memberi tempat untukmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Minul…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kuingat apa yang terakhir kau ucapkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Setelah matahari menghitamkan kulitmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang sering kau katakan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tamparan kesia-siaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berkata kamu padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mungkin bertahan dalam diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terbelenggu dalam ketidakmengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan kulewati hariku dalam kebekuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kuingin sepenggal kepastian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Untuk diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Untuk hidupku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Di sana, di suatu tempat yang tak pernah kumengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jurangmangu, 3 maret 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1936707219023212050?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1936707219023212050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1936707219023212050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1936707219023212050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1936707219023212050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/cerita-dari-minul-minul-kemana-kan-kau.html' title='Cerita dari Minul'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7640951601003750172</id><published>2006-09-13T23:58:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:11:43.596-07:00</updated><title type='text'>Riwayat Bodong Seorang Lelaki</title><content type='html'>Dipundaknya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ia taruh beban yang teramat berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan berjalan seperti lelaki yang teramat kekar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keinginan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;akan hari yang dijanjikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasti... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari telah terlewati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan mimpi-mimpi telah disusun terlalu manis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ia tegakkan pandangan serupa berdoa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun tak mampu lagi ia menakar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;antara kekuatan dan keinginan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;antara kemampuan atau sekadar harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;heh..heh..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terkadang perlu ia menangis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;namun terlalu sering ia tertawa penuh beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;keceriaan adalah jeritan teramat sunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang kerap...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menghiasi lukisan kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang sekarang baru ia buat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Inilah riwayat bodong seorang lelaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terkadang ia menangis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun terlalu sering ia tertawa penuh beban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sampai tanpa sadar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;nasib menjadi teman yang selalu mempermainkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;jurangmangu, 7 desember 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7640951601003750172?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7640951601003750172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7640951601003750172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7640951601003750172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7640951601003750172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/riwayat-bodong-seorang-lelaki.html' title='Riwayat Bodong Seorang Lelaki'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-7535915776616900953</id><published>2006-09-12T22:01:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:12:07.055-07:00</updated><title type='text'>Sekali kita berjalan</title><content type='html'>Kawan, ada kegelisahan&lt;br /&gt;Merayap dalam hari yang pekat&lt;br /&gt;Selembar catatan luntur dalam keruh air&lt;br /&gt;Seorang tua berjalan dalam rintih tertahan&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepedulian tak lebih omong kosong&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kawan, pernah kusebut nun jauh hari&lt;br /&gt;Sepenggal cerita dalam bingkai kesedihan&lt;br /&gt;Terkoyak asa dalam jiwa yang meronta&lt;br /&gt;Lelah mencari penafsiran&lt;br /&gt;Di selip lorong terkekang nafsu kekuasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kawan, catatan tak lebih kata hampa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Manis kehidupan terjerat dalam rintih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tarian sesak mengoyak kata hina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hari harus berhenti&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kawan, mungkinkah dapat kita ulangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selembar hari tanpa kata penuh derita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan sebuah penyesalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika hidup teriris dalam perih&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kawan, biarlah suara tetap menggema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kekosongan harus dilawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bagai hidup adalah perlombaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mencari dalam rentang terlampau panjang&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kutitip perjuangan dalam diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sejauh impian, semoga tak ada kesia-siaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Karena jalan selalu punya ujung&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kawan, di depan ada pelita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Entah kebahagiaan atau kebohongan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Cukup terang, namun mampu membuat bimbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kawan, kalau kau temukan ketenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Percayalah akan keadaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seperti riwayat, digali kian terpendam&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kawan, kutitip salam untuk perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Januari 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-7535915776616900953?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/7535915776616900953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=7535915776616900953&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7535915776616900953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/7535915776616900953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/sekali-kita-berjalan-kawan-ada.html' title='Sekali kita berjalan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-2367170133191372033</id><published>2006-09-12T21:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:12:35.128-07:00</updated><title type='text'>Tentang kehidupan</title><content type='html'>Kehidupan semakin panjang&lt;br /&gt;Ketika malam, suara seakan tenggelam dalam lirih&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa nafas, hanya jiwa-jiwa yang beku&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun kutahu rintih perih tiada arti bagi kehidupan&lt;br /&gt;Selimut kelam telah menahan&lt;br /&gt;Kuasa hati, seakan mati oleh kata&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Etalase-etalase kecongkakan, berdiri seakan manusia tanpa arti&lt;br /&gt;Harga adalah kaya, kuasa adalah harta&lt;br /&gt;Kesombongan menjadi raja, menari dalam hati setiap insan&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di suatu sudut, rintih perih hanyalah lelucon&lt;br /&gt;Jerit lapar mungkin kecoa yang pantas mati&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Kau buatkan kami lukisan&lt;br /&gt;Tak mampu kami bedakan warna&lt;br /&gt;Kau berikan kami pengertian&lt;br /&gt;Sering kekeliruan yang kami lakukan&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seakan harapan adalah kehampaan&lt;br /&gt;Kenangan yang penuh kesia-siaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-2367170133191372033?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/2367170133191372033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=2367170133191372033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/2367170133191372033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/2367170133191372033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/tentang-kehidupan-kehidupan-semakin.html' title='Tentang kehidupan'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-1640667124827401201</id><published>2006-09-11T18:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:12:55.587-07:00</updated><title type='text'>Ketika Anjing bukan Anjing</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kulihat anjing lewat depan rumah&lt;br /&gt;Mungkin ada maling mengajak bergurau&lt;br /&gt;Langkahnya tenang seirama nafas yang mendengus&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia bernyanyi&lt;br /&gt;Memanggil kawan atau lawan&lt;br /&gt;Mengajak berpesta daging manusia kering tulang&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anjing itu tertawa bahkan kini tersenyum&lt;br /&gt;Giginya runcing&lt;br /&gt;Selayaknya buas mengoyak&lt;br /&gt;Tapi anjing itu tak menggigit&lt;br /&gt;Tak suka mungkin tapi&lt;br /&gt;Ia membunuh&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anjing mungkin tetap anjing&lt;br /&gt;Suka-suka&lt;br /&gt;Kadang ia anjing kadang ia bukan&lt;br /&gt;Atau mungkin keduanya&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terlalu gamblang perilakunya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-1640667124827401201?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/1640667124827401201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=1640667124827401201&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1640667124827401201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/1640667124827401201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/ketika-anjing-bukan-anjing-kulihat.html' title='Ketika Anjing bukan Anjing'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8171675069252532187</id><published>2006-09-11T00:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:14:08.079-07:00</updated><title type='text'>Ziarah duka</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kepada Munir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seketika kutemu dia seiring kesunyian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seringkas gundukan tanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masih menyisakan basah&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hanya riwayat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tergores dalam tinta kegelisahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ia harus kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Serupa perasaan tanpa perbincangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sore lebih menyayat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan masih secangkir kopi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dan nyanyian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Segera mati oleh sepuntung rokok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kawan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masihkah mimpi menyerupai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Misteri bagimu?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Samar-samar lonceng kematian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mendekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mendekap mesra tanpa menyapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kawan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu rintih atau gejolak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak juga tangisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seperti katamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan harus dilawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kawan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Serupa kepastian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jalan sepimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Belumlah tenang untuk berjalan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jurangmangu, 3 agustus 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8171675069252532187?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8171675069252532187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8171675069252532187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8171675069252532187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8171675069252532187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/ziarah-duka-kepada-munir-seketika.html' title='Ziarah duka'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-4409852273126643469</id><published>2006-09-11T00:08:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:15:11.015-07:00</updated><title type='text'>Memori Singkat Matinya Seorang Sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/1600/images.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/320/images.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;Memori Singkat Matinya Seorang Sahabat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Sepenggal Catatan Dari Pementasan Monolog Matinya Seorang Pejuang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;A Tribute to Munir*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Seperti yang selalu kutakutkan selama ini, akhirnya orang-orang itu membunuhnya. Aku mengetahuinya pertama kali dari koran-koran. Aneh rasanya. Sebagai seorang sahabat mestinya aku mengetahuinya langsung. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Tapi selalu dikatakannya, kematian tidak pernah bisa diduga oleh siapapun.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt; (Naskah Monolog).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Kemudian nyala lampu mati. Seorang laki-laki berjalan dalam kegundahan menuju sebuah panggung sebagai “jagad cilik.” Dua buah kursi dan sebuah meja begitu nyata menawarkan elegi kesunyian dalam pertemuan yang berjalan teramat panjang. Namun laki-laki itu sendiri, tidak dengan siapapun. Hanya sebuah papan catur, lengkap dengan buah catur yang telah tersusun dengan sangat rapi, sebagai barisan manusia dalam kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Sesaat, nyala api membakar sepuntung rokok, namun tak cukup untuk terlalu lama memberi kenikmatan. Hanya sekejap, seperti kenyataan yang tak perlu terlalu lama memberi kesadaran. Laki-laki itu kemudian mulai memainkan buah catur. Pion kecil maju ke depan. Hanya selangkah. Lama ia termenung, menekuni papan catur. Di papan catur hanya ada dua warna, hitam atau putih. Tidak ada kelabu. Seharusnya seperti apa yang ingin menjadi impian bagi laki-laki itu. Untuk dunia ini, cukup hitam atau putih, tak perlu kelabu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Sepantasnya dalam sebuah monolog, laki-laki itupun mulai berkata-kata. Tidak terlalu penting baginya menunggu orang lain –entah sebagai kawan atau lawan- mengajaknya atau diajaknya bertutur-kata. Terlarut dalam obrolan-obrolan panjang yang terkadang sangat melelahkan. Namun laki-laki itu memilih berkata seorang diri. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Berkata pada diri sendiri. Berkata dengan diri sendiri. Dengan begitu ia lebih mengerti, untuk apa ia harus berkata-kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Laki-laki yang memilih memainkan peran sebagai aktor tunggal dalam pementasan monolog ini adalah Whani Darmawan, seorang pekerja teater dari Yogyakarta. Whani telah memilih memainkan peran ini karena alasan kemanusiaan. Baginya, sebagaimana kemudian ia tuturkan seuasai acara pementasan, tiada alasan apapun yang bisa dijadikan dasar bagi seseorang atau apapun juga untuk melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Tidak juga kepada Munir, dimana sepenggal kisah hidupnya diangkat dalam pementasan ini. Munir adalah juga seorang manusia biasa. Hanya kebetulan dia adalah aktivis HAM. Hanya kebetulan dia adalah aktivis Kontras, dan kebetulan-kebetulan lain yang melekat pada pribadi Munir, termasuk keberanian seorang Munir. Pembunuhan juga tidak bisa dilakukan kepada tukang batu, tukang becak, dan tukang-tukang yang lain, begitu Whani berpendapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Pementasan monolog yang seluruhnya berdurasi 45 menit ini, lebih nyata menunjukkan kegelisahan dari seorang pribadi sebagai manusia karena kematian kawan karib. Lintasan kehidupan masa lalu bersama sang kawan terekam jelas dalam alur demi alur yang tersaji dari pementasan ini. Pembicaraan diri yang kemudian terjadi memperlihatkan kegelisahan karena kenyataan yang terlalu sendu begitu cepat datang menghampiri. Ada kenyataan yang tidak bisa diterima, namun ada kesadaran yang ingin dibangun mengenai cerita kematian sebagai suatu hal yang pasti, tetapi bukan untuk ditakuti –sebagaimana pernah diajarkan oleh sang kawan-Munir, sebelum maut telah datang terlalu cepat menemuinya. Hingga akhirnya kisah-kisah kesedihan, kedukaan dan perasaan kehilangan bercampur-aduk dengan rasa jengkel, dan kemarahan yang berlomba-lomba memenuhi benak –yang tercermin dalam diri sang aktor- begitu pementasan ini bercerita, karena kehidupan yang begitu singkat dan kematian sang kawan yang datang terlalu cepat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kematian selanjutnya menjadi hal yang tak perlu terlalu lama untuk diratapi, namun ada pemaknaan lebih lugas yang harus dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Pementasan ini juga memperlihatkan sebuah bentuk pengalaman batin dari F.X Rudy Gunawan, sebagai penulis naskah. Melalui barisan kata-kata yang dipilihnya, Rudy berusaha memvisualisasikan pergolakan pikiran yang telah terjadi dalam dirinya bersama sang kawan –Munir. Karakter Munir meski sepenggal, kemudian muncul dalam kilatan-kilatan singkat yang berlangsung lewat dialog dalam monolog. Rudy seperti tengah mewujudkan rekaman kejadian yang telah dilaluinya dalam kehidupan bersama sang kawan –Munir. Mungkin Rudy pernah bergaul secara akrab dan melakukan perbincangan-perbincangan hangat dan panjang dengan almarhum Munir. Entah juga lewat cerita-cerita dari kawan akrab almarhum Munir, atau melalui berita-berita di berbagai media, sesungguhnya hal ini lebih diketahui oleh F.X Rudy Gunawan sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Namun ada kegelisahan yang belum menemukan jawaban dalam pementasan yang memilih tempat di Bentara Budaya Jakarta ini. Pementasan yang digarap oleh sutradara Landung Simatupang, seperti masih enggan untuk berbicara kepada dunia luas. Sebagai sebuah karya seni yang juga mendapat sentuhan musik latar dari komponis kenamaan sekaliber Tony Prabowo dan penata artistik Hendro Suseno, memang karya ini telah pada tempatnya untuk dipentaskan dalam ruang apresiasi BBJ. Namun serupa warna hitam yang memenuhi panggung tempat berlangsungnya pementasan hingga mampu memunculkan suasana kelam, tanpa sengaja catatan kelam juga turut tergores dalam lintasan waktu yang ada, seiring berlangsungnya pementasan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Ada nuansa eksklusivisme yang membalut dan memenuhi ruang-ruang yang dihadirkan dalam pementasan monolog ini. Karya ini masih bertahan dalam tataran ide-ide sentris mengenai kerja kesenian khususnya pementasan monolog, sebagai karya seni yang memang masih terlalu sulit untuk dipahami oleh semua orang. Hingga akhirnya pilihan pementasan ditetapkan di BBJ. Pilihan ini setidaknya mengandung dua konsekuensi logis yang memang kelihatannya menguntungkan. &lt;i style=""&gt;Pertama &lt;/i&gt;pengunjung yang datang dalam pementasan ini sangat mungkin seorang seniman atau setidaknya penikmat seni, yang tentunya akan lebih terasa dalam memberikan apresiasi. &lt;i style=""&gt;Kedua &lt;/i&gt;mengingat pementasan ini yang memang mengangkat sebuah “isu” kemanusiaan dan pelanggaran HAM, di mana sosok Munir ditampilkan sebagai tokoh sentral, pengunjung yang juga menghadiri pementasan ini merupakan seorang aktivis atau setidaknya pernah mengenal dunia aktivisme. Sehingga menjadi kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran mereka lebih karena kesudahtahuan akan isu yang ditawarkan, bukan keinginan untuk mengetahui kenapa monolog ini harus mengangkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sosok Munir dan keberaniannya dalam berjuang sampai kemudian kematian menjemput.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Keberadaan BBJ di sini kemudian &lt;i style=""&gt;malah &lt;/i&gt;menjadi sekat pemisah bagi akses yang lebih luas bagi seluruh rakyat, di mana Munir berjuang untuk hal itu. Dalam pengertian ini, terlihat bias yang mengemuka ketika melihat pementasan ini sebagai sebuah bagian dari kampanye kemanusiaan dan perjuangan menegakkan HAM, termasuk bentuk solidaritas bagi penuntasan kasus Munir. Ada hal yang terlupakan dari pementasan ini. Munir, sebagai seorang aktivis maupun intelektual, memutuskan melakukan bunuh diri kelas, untuk lebih memahami pilihannya dalam menapaki jalan sepi yang tidak dilalui oleh banyak orang. Munir tidak berada di luar dari apa yang diperjuangkannya, namun terlibat secara aktif di dalamnya. Dalam pengertian inilah sesungguhnya seringkali ada kealpaan dalam penyajian sebuah karya seni yang mencoba mengangkat isu-isu besar mengenai kemanusiaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Seandainya pementasan ini tidak bertempat di BBJ, namun di tempat lain yang lebih mudah diakses oleh banyak orang, mungkin akan lebih banyak lagi orang yang akan mengetahui apa yang menjadi kegelisahan seorang Munir dan mengapa akhirnya kemudian Munir harus dibunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;”&lt;i style=""&gt;Munir hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba menggali dimensi-dimensi kemanusiaanya untuk menjadi manusia yang lebih manusiawi”&lt;/i&gt; (Naskah Monolog).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;*pernah dikirim ke sebuah media (koran-red), ditolak.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-4409852273126643469?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/4409852273126643469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=4409852273126643469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4409852273126643469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4409852273126643469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/memori-singkat-matinya-seorang-sahabat.html' title='Memori Singkat Matinya Seorang Sahabat'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8528709097523197183</id><published>2006-09-10T20:58:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:15:42.392-07:00</updated><title type='text'>Lelaki dan Sepeda tua</title><content type='html'>Umur adalah periode dalam waktu&lt;br /&gt;Namun tua bukanlah hantu yang menakutkan&lt;br /&gt;……………………..           &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lelaki dan sepeda tua,&lt;br /&gt;bagai saudara sama pergaulan&lt;br /&gt;Kalau kesakitan,&lt;br /&gt;perasaan harus turut meradang&lt;br /&gt;Tentang pemaksaan hanya aturan yang menentukan&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sepeda tua….&lt;br /&gt;Mimpimu adalah nyanyian dalam hidupku&lt;br /&gt;Lelakiku..&lt;br /&gt;Riwayatmu adalah topeng dalam perjalananku&lt;/p&gt;                 &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kilap warnamu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kalau kokoh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tak kutahu berapa umurmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kau sayang aku&lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seperti tikus tak punya malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kadang kau gila atau mungkin lupa muka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kau lempar seusang kertas dalam tong sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kau antik..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masih kulihat rona muda dalam warnamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sepeda tua..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak mampu kurajut cerita dalam bingkaimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dahaga terlalu kering untuk mengenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sepenggal terpedo ban rodamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sorot lampu hanya tipuan fatamorgana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seperti rem sepatah aus harus dipasang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lelakiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Wajahmu sering mencari gundah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Entah kegelisahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;matamu semacam cermin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepeda tua..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lelakiku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita rajut hari dalam bingkai-bingkai roda&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8528709097523197183?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8528709097523197183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8528709097523197183&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8528709097523197183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8528709097523197183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/lelaki-dan-sepeda-tua-umur-adalah.html' title='Lelaki dan Sepeda tua'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-8437589653181878450</id><published>2006-09-07T20:05:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:16:24.310-07:00</updated><title type='text'>HARI BERANJAK……....</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Selamat malam kehidupan&lt;br /&gt;sekian lama kau lewati lorong- lorong gelap sang waktu&lt;br /&gt;telah kau tingggalkan sebongkah kenangan&lt;br /&gt;dalam alurmu yang sering menimbulkan kesan&lt;br /&gt;kini kau terus berjalan&lt;br /&gt;bersama tetesan embun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di pagi buta&lt;br /&gt;selaras rekah mentari di ufuk timur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;selamat pagi kehidupan&lt;br /&gt;mungkin inilah kisah dalam hidupku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang tak kusadari telah terukir dalam setiap jejak langkahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bersama tatapan sombong sang surya di waktu siang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hiruk-pikuk tlah kubiarkan, demi sebuah harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hanya bila kutemui………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;selamat sore kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kurasakan keletihan dalam jiwaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;merasuk dalam sumsum antara penatku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seharian berlalu dalam kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melewati angkuhnya sang waktu yang terus berjalan&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;selamat malam kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kini aku harus kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;karena hidupku adalah kejadian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dalam iringan nyanyian doa dan harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;demi sebuah asa yang terlahir dalam pikiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kini waktu harus berlalu, dan kehidupan harus berganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seperti halnya hidupku yang terus berjalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tanpa pernah kusadari……….&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jurangmangu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2002" day="30" month="9"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;30 September 2002&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-8437589653181878450?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/8437589653181878450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=8437589653181878450&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8437589653181878450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/8437589653181878450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/hari-beranjak_07.html' title='HARI BERANJAK……....'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-714171425118103839</id><published>2006-09-06T03:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:05:20.709-07:00</updated><title type='text'>LAHIRNYA GENERASI PEMBERONTAK*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/1600/0451527100.01.THUMBZZZ%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/320/0451527100.01.THUMBZZZ%5B1%5D.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt; &lt;div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hati setiap pemuda mengenal keinginan dan keputusasaan, yang tak dapat diajuk hanya dengan ukuran-ukuran rasional. Dilain pihak pemuda selalu dibakar oleh cita-cita dan idealisme yang tinggi-tinggi. Mereka lincah, sigap dan suka meledak karena penuh vitalitas. Mereka tenggelam dalam semangat ”tak mengenal mati”, dan untuk membuktikan semangat itu mereka mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan-tindakan ekstrem” (Adam Malik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt; Sejarah telah mencatat bagaimana upaya-upaya kaum muda untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Bagian kehidupan yang lebih luas yang secara tidak langsung telah memanggil peran pemuda pada persoalan-persoalan yang pelik. Keterlibatan pemuda -dalam hal ini bisa diwakili oleh segolongan kecil mahasiswa- menjadi bagian yang penting dengan menjadi motor penggerak dalam perubahan struktur sosial dalam masyarakat. Kehadiran mereka mewakili segolongan kecil intelektual yang memilih berumah diatas angin, tanpa berpihak pada sebuah paham ataupun kepentingan golongan tertentu. Mereka hadir untuk terus mempertanyakan kembali seluruh struktur atau perangkat pengertian politik yang ada di masyarakatnya secara menyeluruh. Mereka muncul sebagai penggugat terhadap segala hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan ukuran-ukuran moral yang diyakininya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt; Perasaan tidak puas dan kegelisahan seringkali menjadi alasan yang cukup kuat menarik perhatian segolongan kecil anggota masyarakat ini untuk menjadi “pemberontak” terhadap kekakuan sistem yang ada. Sehingga, mereka seringkali mendapat cap sebagai bagian dari anak haram politik pendidikan pemerintah (Hariman Siregar, 2001).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Mahasiswa dan Dunia Aktivisme&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt; Tak dapat dipungkiri, bahwasanya setiap periode perubahan di negara ini selalu dihadiri oleh keterlibatan peran mahasiswa. Mahasiswa selalu berada di garda terdepan sebagai pelopor terjadinya perubahan. Secara aktif mereka meninggalkan bangku perkuliahan untuk memulai ataupun untuk melibatkan diri pada proses perubahan yang sedang berlangsung. Bahkan terkadang mereka terlibat dalam aktivitas ekstrem yang kelewat berani. Demonstrasi, kelompok studi dan diskusi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan pribadi seorang aktivis mahasiswa untuk mengasah keintelektualitasan, agar dapat memahami realitas fenomena sosial yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Namun dalam periode sekarang ini, keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas-aktivitas kenegaraan sedikit banyak mendapat pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat. Aktivitas-aktivitas mereka tidak mampu dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Mereka telah menjadi bagian yang “angkuh” dari masyarakat, dengan beban &lt;i&gt;stempel&lt;/i&gt; sebagai seorang aktivis mahasiswa. Terkadang mahasiswa hanya paham secara teoritis tentang apa yang sebenarnya terjadi tanpa bisa menawarkan solusi konkret pada apa yang menjadi kegelisahan masyarakat –bagian yang menjadi objek perjuangan aktivis mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Mimpi-mimpi mahasiswa terlalu tinggi, bahkan jauh berada di menara gading, sehinga sulit untuk diraih oleh kerangka pikir rasional masyarakat. Sehingga secara tidak sadar mahasiswa malah terjebak dalam dunia aktivisme –sebagai dunia elit yang dibangun dalam lingkungan mereka sendiri. Mahasiswa semakin terhanyut dalam pengertian yang mereka bangun mengenai sosok idealis yang lebih identik dengan pemikiran &lt;i&gt;high politics &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;high issue&lt;/i&gt; yang tentunya hanya dapat dipahami oleh kalangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka sendiri. Sehingga dunia aktivisme dan aktivis mahasiswa menjadi bagian yang tidak tersentuh oleh masyarakat. Bahkan sepertinya, selamanya mereka membuat mayarakat sebagai bagian yang tak pernah sadar, menganggap mereka sebagai objek, yang selamanya akan menerima segala tindakan yang dijalani dalam kerangka keterlibatan mahasiswa dalam arena kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dalam pengertian ini, secara tidak sadar mahasiswa telah membuat jurang pemisah atau &lt;i&gt;diskrepansi&lt;/i&gt; dengan masyarakat. Perubahan yang ditawarkan oleh mahasiswa tidak mampu menyentuh kehidupan masyarakat. Idealisme yang mereka anut hanya menjadi nyanyian sumbang di telinga masyarakat. Aktivis mahasiswa menjadi sosok idealis yang sangat unik dalam penglihatan kacamata masyarakat. Dalam hal ini ide yang ditawarkan belum berhasil menghadirkan realitas sosial baru atau hanya terjadi &lt;i&gt;involusi &lt;/i&gt;kata-kata. Di mana kata-kata ataupun ide yang mengandung maksud dan tujuan yang suci dan luhur diproduksi sebanyak-banyaknya, tetapi tujuannya bukan untuk apa-apa, kecuali sekadar untuk didengarkan belaka dan lebih jauh lagi sebagai hiburan dan pelipur lara belaka. Kata-kata diproduksi dan dikembangkan sedemikian rupa dan sebanyak-banyaknya demi untuk menjadi kata-kata itu sendiri, bukan untuk tujuan menciptakan alam nyatanya. Dengan demikian, kata-kata yang bagus, indah, merdu, dan puitis yang mengandung maksud dan tujuan yang suci dan luhur tidak banyak artinya bagi penciptaan realitas sosial (Akhmad Zaini Akbar, 1996).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Aktivis mahasiswa sebagai pihak yang memosisikan diri sebagai pihak yang berperan untuk terus mempertanyakan kebijakan pemerintah, seharusnya memahami hal ini. Bagaimana seharusnya membumikan ide-ide yang selama ini menjadi mimpi-mimpi mereka sehingga mampu dipahami oleh masyarakat, pada hematnya merupakan agenda yang harus segera menjadi pertimbangan untuk dilakukan. Hal ini akan membuat kehadiran mereka menjadi tidak asing bagi masyarakat, karena merupakan bagian integral dari masyarakat itu sendiri. Sehingga kelahiran mereka, sebagai generasi pemberontak merupakan keharusan sejarah untuk menjawab kegelisahan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Seputar Demonstrasi Kenaikan Harga BBM&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa minggu terakhir, demonstrasi mahasiswa kembali marak di berbagai daerah di tanah air. Mahasiswa kembali menggelar parlemen jalanan untuk menyikapi dan menolak keputusan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM. Dari Sudut pandang mahasiswa yang melihat keputusan pemerintah menaikkan harga BBM karena pengalihkan subsidi pada sektor lain, dirasa tidak akan mampu menjawab persoalan kemiskinan dan kesulitan biaya pendidikan yang selama ini telah melilit sebagian besar penduduk miskin negara ini. Bahkan sebaliknya hal ini akan mengakibatkan dampak mikro yang lebih hebat. Kenaikan harga BBM telah mengakibatkan kenaikan harga-harga lain secara tidak terkendali. Belum lagi masalah pengalokasian dana subsidi juga patut dipertanyakan dengan tidak adanya kejelasan dalam program dan infrastruktur pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, meski mengusung isu yang sama demonstrasi mahasiswa terkesan sekali tengah berjalan sendiri-sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mahasiswa lebih memilih bertahan dalam egonya masing-masing untuk meneriakkan ide yang menjadi kegelisahan mereka. Mahasiswa dengan berbagai atribut dan benderanya masing-masing lebih terkesan ingin menonjolkan kelompoknya masing-masing. Tidak ada kesatuan gerakan yang coba dibangun di antara masing-masing elemen gerakan. Sehingga meski sebenarnya memiliki sebuah kekuatan yang besar untuk merintis adanya gerakan &lt;i&gt;people power&lt;/i&gt;, hal ini menjadi sulit diwujudkan dengan adanya egoisme sektoral yang berada pada tubuh masing-masing elemen gerakan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Nafas gerakan yang selama ini menjadi ciri dari gerakan mahasiswa yakni bersifat masif, spontan dan sporadis, seperti menguap hilang ditelan upaya untuk mempertahankan eksistensi masing-masing kelompok gerakan dan bukan dalam upaya untuk membangun resistensi yang baik terhadap pemerintahan yang lalim dan lupa pada rakyatnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sehingga menjadi patut untuk disimak bahwa gerakan mahasiswa seperti tengah berada di persimpangan jalan. Di samping pilihan untuk tetap vokal terhadap pemerintahan yang tidak memihak kepada rakyat, gerakan mahasiswa juga tengah dihadapkan pada persoalan dilematis di dalam tubuh gerakan itu sendiri. Secara tidak sadar gerakan mahasiswa tengah berjalan mendekati arena politik kepentingan. Aktivis mahasiswa telah terjebak dalam pragmatisme yang diciptakan oleh politik kekuasaan, sehingga seringkali melupakan fitrahnya sebagai bagian dari gerakam moral (&lt;i&gt;moral force&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Suatu hal yang sangat bijaksana seandainya aktivis mahasiswa bisa mengingatnya kembali. Sebagaimana pernah diungkapkan oleh Milan Kundera dalam bukunya &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;The Book of Laughter and Forgetting&lt;/i&gt;, sesungguhnya perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa (&lt;i&gt;the struggle of the man against the power, is the struggle of the man against forgetting).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*pernah dikirim ke sebuah media (koran-red), namun tak ada tanggapan.&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-714171425118103839?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/714171425118103839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=714171425118103839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/714171425118103839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/714171425118103839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/lahirnya-generasi-pemberontak-hati.html' title='LAHIRNYA GENERASI PEMBERONTAK*'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7548066402338784395.post-4870532944626382073</id><published>2006-09-06T03:07:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T18:30:45.676-07:00</updated><title type='text'>Sapa ramah penduduk di lereng Merbabu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1163/921394824504246/320/images.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapa ramah penduduk di lereng Merbabu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal catatan dari pendakian gunung Merbabu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;……….&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;seolah-olah saya menghirup hawa pagi yang sejuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;seakan-akan saya kembali di muka gubuk orang jawa yang ramah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;sedang sepi yang senyap&lt;/span&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;masih meliputi hutan rimba asli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;yang mengelilingi diriku, tinggi di atasku, di awang-awang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;……….        &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;FRANS JUNGHUN&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Leiden, November 185&lt;/span&gt;1&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Udara dingin terasa menusuk kulit, merasuk melalui pori-pori ketika kami baru saja sampai di base camp gunung Merbabu di dusun Kedakan, Pakis, Magelang. Waktu itu jarum jam baru menunjukkan pukul 19.30 WIB, namun tiupan semilir angin dan udara dingin seperti tak pernah lalai untuk segera menyambut kedatangan kami dengan keakraban yang tak pernah ingin membedakan. Hamparan langit dengan bintang yang bertaburan seakan ingin melangkapi seuntai senyum yang coba di bangun oleh alam, sehingga mampu menyuguhkan lukisan luas yang penuh keindahan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari itu penulis bersama dua orang kawan penulis berencana mendaki gunung Merbabu melalui jalur pendakian dari dusun Kedakan. Jalur ini memang lebih populer dikalangan pendaki dibandingkan dengan jalur pendakian yang lain. Sehingga biasanya diwaktu akhir pekan, suasana di base camp Kedakan tak pernah sepi dari para pendaki yang kebanyakan berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya. Ada sebagian dari mereka yang memang berniat untuk mendaki gunung Merbabu, namun sebagian yang lain sengaja memilih untuk menghabiskan akhir pekan di base camp lereng Merbabu ini atau bahkan hanya ingin sekadar merajut mimpi, tidur di base camp nyaris tanpa tujuan apapun selain keinginan untuk “ngaleh turu” (pindah tidur) semata. Inilah sekelumit kebiasaan dari sekelompok orang yang menamakan diri sebagai pendaki gunung. Kenyataan inilah yang telah berlangsung, semuanya terjadi di sini.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya rutinitas diakhir pekan di base camp Kedakan ini telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Cerita demi cerita yang pernah penulis dengar, baik dari kawan-kawan atau dari para pendaki yang sudah senior atau “sepuh”, memperlihatkan suatu minat, yang mengakibatkan adanya pertalian rasa yang seperti tak bisa dipisahkan diantara mereka dan base camp Kedakan berikut penduduk lokal yang tinggal di dusun ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ada keramahan dari penduduk yang tak cukup hanya untuk dibicarakan. Keramahan itu seakan telah hidup menyatu dengan alam lereng Merbabu, sehingga mampu menjadi magnet bagi siapa saja yang pernah datang ke tempat ini untuk kemudian akan datang lagi di waktu lain, bahkan untuk beberapa kali.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebuah keramahan khas dari penduduk di lereng gunung yang tidak dibangun dengan kesengajaan, namun lebih sebagai wujud kearifan penduduk lokal yang merupakan cerminan dari cara pandang dalam memahami kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ada keakraban yang istimewa, diantara penduduk dan pendaki yang nota bene merupakan pendatang. Di sini, base camp pendakian bukanlah tempat yang sengaja dibangun dengan batas-batas ukuran formal, seperti di beberapa base camp pendakian gunung lain. Namun di sini base camp merupakan bagian dari rumah penduduk yang dibuat menjadi ruangan luas tanpa sekat yang tidak terpisah dari rumah induk penduduk, yang memang disediakan untuk para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung Merbabu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di sini ada perbincangan yang terasa hangat, tanpa membedakan antara aku atau kamu, kita atau kalian, bahkan kami atau mereka. Nuansa persaudaraan dan persahabatan seakan telah menyatu bersama semangat untuk menyambut semua tamu tanpa terkecuali para pendaki. Sehingga perbincangan yang terjadi seakan timbul seperti telah adanya pertemanan yang terjalin dalam rentang waktu yang cukup lama. Kondisi yang sama juga berlangsung di base camp-base camp dusun lain di lereng Merbabu ini. Sapa ramah dan keakraban penduduk tanpa sengaja telah turut serta mewarnai keasyikan mendaki gunung Merbabu ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memang sebenarnya tidak banyak dari pendaki yang kemudian menjadikan penduduk juga sebagai salah satu faktor yang sungguh “mengasyikkan” dari kegiatan mendaki gunung. Kebanyakan bahkan menganggap penduduk hanya sekadar lintasan dalam waktu yang segera akan terlupakan ketika telah kembali pulang ke rumah seusai pendakian. Tidak pernah lagi ada pembicaraan mengenai penduduk yang ramah, jujur, dan apa adanya. Sehingga penduduk bukan merupakan bagian yang hidup dalam rangkaian perjalanan yang melingkupi kegiatan mendaki penduduk.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di sinilah penulis kemudian merasa mendapatkan sesuatu yang berbeda dari apa yang pernah penulis rasakan ketika mencoba menikmati keindahan anugerah Tuhan dari atas ketinggian puncak-puncak gunung. Ada kesahajaan yang mengagumkan, yang melingkupi kehidupan penduduk di lereng Merbabu ini. Semuanya terasa mengalir, bersama kesederhanaan yang menjadi nyanyian sunyi kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tanpa terasa malam telah semakin larut. Akhirnya kami pun harus bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanan. Meniti jalan setapak, sambil terus merasai dinginnya udara Merbabu. Menyusun langkah demi langkah untuk dapat bercumbu mesra dengan alam Merbabu. Namun sayang, karena perlakuan tangan-tangan jahil manusia yang tidak bertanggungjawab kini kondisinya mulai rusak.&lt;/p&gt;    (dimuat di buletin wanadri edisi desember 2005-januari 2006) &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7548066402338784395-4870532944626382073?l=kampoeng-gayam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/feeds/4870532944626382073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7548066402338784395&amp;postID=4870532944626382073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4870532944626382073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7548066402338784395/posts/default/4870532944626382073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampoeng-gayam.blogspot.com/2006/09/sapa-ramah-penduduk-di-lereng-merbabu_06.html' title='Sapa ramah penduduk di lereng Merbabu'/><author><name>putut semburat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02835338637152935957</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
